BUDAYA DIDADAKU INDONESIA DI HATIKU

Drumband Gita Bahana Immaculata Padukan Musik Nusantara, Kostum Daerah, dan Pesona Budaya Tionghoa dalam Perarakan Imlek Tabanan 2025

KEGIATAN SEKOLAH

Tim Media dan Dokumentasi Sekolah

3/11/20252 min read

Mengusung tema “Budaya di Dadaku, Indonesia di Hatiku”, SDK Santa Maria Immaculata Tabanan menghadirkan penampilan istimewa dalam Perarakan Budaya Nusantara Imlek di Kabupaten Tabanan tahun 2025. Melalui Drum Band Gita Bahana Immaculata, sekolah ini menyuguhkan perpaduan musik Nusantara, busana tradisional dari berbagai daerah, serta ornamen khas Imlek yang megah dan penuh warna. Penampilan tersebut menjadi wujud nyata kecintaan terhadap budaya Indonesia sekaligus pesan bahwa keberagaman adalah kekayaan yang menyatukan.

Keistimewaan perarakan semakin terasa melalui barisan papan nama SDK Santa Maria Immaculata yang dibawa oleh siswa-siswi dengan mengenakan busana Nusantara dari berbagai daerah. Ragam pakaian tradisional tersebut menghadirkan gambaran Indonesia yang kaya akan suku, adat, dan identitas budaya. Di sisi lain, barisan ini diapit oleh siswa-siswi yang mengenakan perpaduan busana Nusantara dan unsur etnis Tionghoa, lengkap dengan ornamen lampion khas Imlek. Perpaduan tersebut menciptakan harmoni visual yang menggambarkan indahnya perjumpaan budaya Indonesia dan Tionghoa dalam suasana perayaan yang penuh kegembiraan.

Drum Band Gita Bahana Immaculata tampil dengan membawakan rangkaian lagu Nusantara secara penuh, menghadirkan irama yang merepresentasikan kekayaan musik dari berbagai penjuru Indonesia. Alunan musik yang dimainkan para siswa menjadi pengiring perjalanan budaya yang penuh semangat, mencerminkan kekompakan, kedisiplinan, dan kebanggaan terhadap warisan bangsa. Penampilan ini tidak hanya menjadi pertunjukan musik, tetapi juga sebuah pernyataan bahwa budaya Indonesia senantiasa hidup dalam hati generasi muda dan layak diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tak kalah mencuri perhatian, papan nama sekolah tampil dengan aksen budaya Tionghoa yang megah dan mewah melalui dominasi warna merah dan emas. Ornamen yang kaya detail memberikan sentuhan elegan sekaligus memperkuat nuansa perayaan Imlek dalam keseluruhan konsep perarakan. Kehadiran elemen tersebut bukan sekadar memperindah penampilan, melainkan menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi Tionghoa yang telah menjadi bagian dari keragaman budaya Indonesia. Keselarasan antara musik Nusantara, busana daerah, lampion, dan dekorasi merah emas menjadikan penampilan SDK Santa Maria Immaculata sebagai representasi visual tentang keberagaman yang dapat bersatu dalam satu panggung budaya.

Melalui konsep “Budaya di Dadaku, Indonesia di Hatiku”, SDK Santa Maria Immaculata Tabanan ingin menanamkan pesan bahwa mencintai Indonesia berarti menghargai seluruh kekayaan budayanya tanpa membeda-bedakan asal-usul maupun latar belakang. Partisipasi Drum Band Gita Bahana Immaculata dalam perarakan ini menjadi sarana pendidikan karakter yang mengajarkan siswa untuk mencintai tradisi, menghormati perbedaan, membangun kerja sama, dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Dengan semangat kebersamaan dan toleransi, Immaculata terus menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk generasi yang berbudaya, berkarakter, dan mampu merawat persatuan di tengah keberagaman.