HARMONI TRI HITA KARANA
Semarak Hari Kartini dan Hardiknas dalam Balutan Seni dan Budaya
KEGIATAN SEKOLAH
Tim Media dan Dokumentasi Sekolah
5/7/20263 min read


Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), seluruh warga sekolah merayakan momen istimewa melalui kegiatan karnaval bertemakan “Tri Hita Karana”, sebuah filosofi luhur masyarakat Bali yang mengajarkan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesamanya (Pawongan), serta manusia dengan alam (Palemahan). Dengan mengusung tema tersebut, setiap paralel kelas menampilkan keunikan dan kreativitasnya melalui pertunjukan seni yang sarat akan makna, sekaligus menjadi wadah bagi para siswa untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Bali sejak dini.
Puncak perjalanan filosofi Tri Hita Karana hadir melalui tema Palemahan, yaitu hubungan harmonis antara manusia dan alam. Kelas 1 menyentuh hati penonton melalui senandung alam yang indah, seolah mengajak setiap orang untuk kembali mendengarkan suara dan merasakan keajaiban alam semesta. Sementara itu, kelas 4 mempersembahkan tari kolosal bertajuk “Pamujin Sanghyang Pertiwi”, sebuah persembahan artistik yang menggambarkan keindahan Ibu Pertiwi beserta seluruh isinya yang memuji dan menghaturkan persembahan sebagai ungkapan syukur atas kemuliaan dan kebaikan hati Sang Ibu. Dalam pertunjukan ini, alam dan pepohonan dilambangkan melalui wayang kayon, sedangkan elemen bumi dihadirkan melalui kipas berwarna-warni: merah sebagai simbol api, biru sebagai simbol air, serta hijau sebagai simbol tanah dan tumbuhan. Keindahan alam semakin hidup melalui kehadiran beragam satwa, seperti burung merak, kijang, kupu-kupu tarum, kupu-kupu barong, dan burung jalak Bali. Di tengah hutan bernama Kalpa Taru, yang melambangkan pohon besar penuh makna kehidupan, manusia menghaturkan pemujaan hingga akhirnya Sang Ibu Pertiwi hadir memberikan petuah dan berkat. Seluruh rangkaian tarian ini menjadi pengingat bahwa alam merupakan anugerah berharga yang harus dijaga dengan penuh cinta dan rasa syukur.


Sebagai pembuka acara, kegiatan diawali dengan Tari "Tri Hita Karana", yang menggambarkan indahnya hidup dengan hadirnya konsep tersebut diImmaculata. Tari ini telah memperoleh Juara 1 dalam perlombaan ajak siaga tingkat provinsi sebagai tari yang unik dan kreatif. Perjalanan seni diawali dengan tema Parahyangan yang menggambarkan hubungan harmonis antara manusia dan Tuhan. Kelas 6 membuka pertunjukan dengan Tari Rejang yang anggun sebagai tarian penyambutan para dewa, menghadirkan suasana sakral dan penuh penghormatan. Selanjutnya, kelas 2 memukau penonton melalui tari kontemporer yang menghadirkan nuansa magis makhluk mitologi Bali, yakni Barong dan Rangda. Suasana kemudian beralih menuju tema Pawongan, yang mengangkat keharmonisan hubungan antarmanusia. Kelas 3 mempersembahkan tari rakyat yang penuh keceriaan, sementara kelas 5 menghadirkan drama yang menyampaikan pesan tentang kehidupan sosial, kebersamaan, dan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama.
Seluruh pertunjukan tersebut berlangsung di lapangan Garuda Wisnu Serasi (GWS), disaksikan oleh ribuan pasang mata yang terpukau oleh keindahan seni, warna, dan pesan yang disampaikan para siswa. Setelah seluruh penampilan di lapangan selesai, kemeriahan berlanjut melalui perjalanan karnaval menuju sekolah. Anak-anak berjalan dengan penuh semangat, diiringi alat musik dan lantunan nyanyian yang indah, menciptakan suasana meriah yang menyatukan seluruh peserta. Langkah demi langkah menjadi bagian dari perayaan budaya, sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang menumbuhkan keberanian, kreativitas, dan kebersamaan.












Setibanya di sekolah, semangat perayaan semakin terasa melalui berbagai penampilan menarik lainnya, mulai dari modern dance, dance sport, tari Bali, hingga beragam pertunjukan kreatif yang memperlihatkan bakat dan potensi para siswa. Perayaan Hari Kartini dan Hardiknas ini bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan, pendidikan, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan. Semangat Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan berpadu dengan makna Hardiknas sebagai pengingat pentingnya mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui harmoni Tri Hita Karana, seluruh warga sekolah diajak untuk terus menjaga keseimbangan hidup, menghargai sesama, merawat alam, serta menumbuhkan generasi penerus yang berbudaya, berkarakter, dan senantiasa membawa kebaikan bagi dunia.
SDK Santa Maria Immaculata Tabanan
Sekolah Berkarakter Immaculata Juara — Disiplin, Jujur, Terampil, Mandiri
Navigasi
Hubungi Kami
(0361) 811234 / 0815-4233-8616 (WA)
Jl. Diponegoro No.9, Delod Peken, Tabanan, Bali
sdk.immaculata.tabanan@gmail.com
Senin - Jumat : 07.30 - 15.00 WITA
© 2026 SDK Santa Maria Immaculata Tabanan-Membentuk generasi beriman, cerdas, dan mandiri di Tabanan.
Sekolah Berkarakter Immaculata Juara